Senin, 11 September 2017

BAB III Sistem Komputer

      A. Definisi Komputer
 Komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut :
·         Menerima input
·         Memproses input tadi sesuai dengan programmnya
·         Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
·         Menyediakan output dalam bentuk informasi

      B. Penjelasan
           a.   Hardware
Pengertian Hardware atau Perangkat Keras adalah komponen pada komputer yang dapat terlihat dan disentuh secara fisik. Jadi, rupa secara fisik dari komputer dapat kita sebut sebagai Hardware atau Perangkat Keras. Contoh dari Hardware adalah sebagai berikut: 
1. Perangkat Input/Masukan : Merupakan Hardware yang digunakan untuk memasukkan
(Input) instruksi dari pengguna komputer (User). Contohnya adalah Keyboard, Mouse, dan
Joystick. 
2. Perangkat Pemrosesan: Merupakan Hardware yang terdapat pada sebuah komputer untuk
memproses masukkan/input dari pengguna. Contohnya adalah Prosesor pada sebuah
komputer. 
3. Perangkat Output/Keluaran: Merupakan Hardware yang digunakan untuk menghasilkan
suatu proses (output) dari pengguna komputer (User). Contohnya adalah Monitor, Speaker,
dan Printer.

        b. Software
Pengertian Software atau Perangkat Lunak adalah data-data yang terdapat pada sebuah komputer yang doformat kemudian disimpan secara digital. Bisa dibilang bahwa Software merupakan komponen yang tidak terlihat secara fisik, tetapi terdapat dalam sebuah komputer. Contoh dari Software adalah sebagai berikut: 
1. Sistem Operasi: Merupakan Software yang digunakan untuk menghubungkan antara
Hardware dengan Pengguna/User. 
2. Software Aplikasi: Merupakan Software yang dapat diaplikasikan untuk memenuhi
kebutuhan pengguna. Contohnya adalah Software paket aplikasi perkantoran seperti Libre
Office dan Microsoft Office.

          c.   Brainware
Pengertian Brainware atau Perangkat Manusia adalah orang yang menggunakan atau mengoprasikan komputer. Contoh dari Brainware adalah Programmer, Netter (sebutan bagi orang yang sedang melakukan surfing di Internet), dan orang-orang yang sedang menggunakan komputer.

     C.  Kemampuan Komputer
Kemampuan komputer yang paling menakjubkan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti misalnya perhitungan pertambahan atau pengurangan, dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dalam satuan millisecond, microsecond, nanosecond atau picosecond.
Kemampuan komputer lain yang menakjubkan adalah ketepatannya. Kalau manusia lelah,maka mentalnya akan luluh yang akan berakibat kecenderungan untuk melakukan kesalahan.Sebaliknya karena komputer tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah maka komputer tidak akan mengalami kesalahan.
Komputer akan mengalami kesalahan, bilamana komponennya rusak Data yang dimasukkan salah, maka hasilnya akan salah. Suatu istilah komputer yang cukup populer, yaitu GIGO (Garbage In Garbage Out) yang berarti sampah yang masuk,sampah pula yang keluar. Jadi   kalau data yang dimasukkan salah, maka hasilnya akan salah. Sebaliknya bila data yang dimasukkan benar, maka hasilnya akan benar (Gold In Gold Out), emas yang masuk, emas pula yang keluar.

BAB II Konsep Informasi


     A.    Definisi informasi
Informasi merupakan suatu hal yang perlu bagi kehidupan seseorang. Dengan informasi seseorang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, awalnya tidak mengerti menjadi mengerti. Sangatlah penting informasi itu untuk menambah pengetahuan atau wawasan seseorang.
dapat disimpulkan bahwa informasi adalah Suatu data atau objek yang diproses terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga dapat tersusun dan terklasifikasi dengan baik, sehingga memiliki arti bagi penerimanya yang selanjutnya menjadi pengetahuan bagi penerima tentang suatu hal tertentu yang membantu pengambilan keputusan secara tepat.

     B.     Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut menjadi suatu model untuk dihasilkan informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses tertentu. 
1. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, 
2. Penerima kemudian menerima informasi tersebut, 
3. melakukan keputusan berdasarkan informasi tersebut dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. 
4. Data tersebut akan ditangkap kembali sebagai input, diproses kembali melalui suatu model dan seterusnya yang merupakan suatu siklus.

     C.     Mutu Informasi
            Dalam suatu penyelidikan yang dilakukan mengenai sikap manajemen terhadap sistem informasi, 75 orang manajer menilai peningkatan mutu dan jumlah informasi hampir sama dipenggunaanya dari sudut pengaruhnya terhadap prestasi kerja. Akan tetapi, apabila diberi kesempatan untuk memilih, 90% manajer lebih menyukai peningkatan dalam mutu informasi daripada peningkatan dalam jumlahnya. Informasi berbeda dalam mutunya disebabkan oleh penyimpangan atau kesalahan. Mengenai penyimpangan dapat diberikan contoh seorang wakil penjualan yang cenderung menaksir hasil penjualan yang tidak realistis. Apabila penyimpangan diketahui oleh penerima informasi, ia dapat menyesuaikannya. Masalahnya adalah menentukan penyimpangan tersebut.

Kualitas Informasi
Kualitas Informasi adalah sejauh mana informasi secara konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi tersebut untuk melakukan proses mereka. Konsep ini dikaitkan dengan konsep produk informasi yang menggunakan datasebagai masukan dan informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah sehingga memberikan makna bagi penerima informasi. Kualitas informasi sangat di pengaruhi dan di tentukan beberapa hal, yaitu 
a.       Bersifat relevan, berarti informasi dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.
b. Akurat, setiap informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang menyesatkan, serta jelas mencerminkan maksudnya.
Nilai Informasi 
1. Kemudahan dalam memperoleh Informasi memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh. 
2.      Sifat luas dan kelengkapannya Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/ cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik. 
3.      Ketelitian (accuracy) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/ akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan. 
4.      Kecocokan dengan pengguna (relevance) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan. 
5. Ketepatan waktu Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/ usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan. 
6. Kejelasan (clarity) Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi. 
7. Fleksibilitas/ keluwesannya Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manajer/ pimpinan pada saat pengambilan keputusan. 
8. Dapat dibuktikan Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah. 
9. Tidak ada prasangka Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi. Dapat diukur Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.

Minggu, 10 September 2017

BAB I Pengantar Teknologi Informasi



      A.    Definisi Teknologi Informasi
Pengertian Teknologi Informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas.
Sedangkan menurut Wikipedia, bahwa pengertian teknologi Informasi (IT) adalah istilah umum tekologi untuk membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan informasi. 
Tujuan Teknologi Iformasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam aktivitas manusia.

B.     Pemanfaatan Teknologi Informas
                  Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informatika telah membawa pengaruh terhadap penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Mungkin saja, bagi sekolah-sekolah yang sudah maju dan mampu, telah menggunakan alat-alat tersebut sebagai alat bantu mengajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, perkembangan pendidikan di sekolahan semakin lama semakin mengalami perubahan dan mendorong berbagai usaha perubahan. Proses pendidikan di sekolah-sekolah kita telah menunjukkan perkembangan pesat pada bidang kurikulum, metodologi pembelajaran, peralatan dan penilaian. Selain itu, juga terjadi perubahan pada bidang administrasi pendidikan, organisasi, personil [SDM], dan supervisi pendidikan. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa perubahan yang terjadi merupakan pembaharuan dalam sistem pendidikan yang menyangkut semua aspek atau komponen yang ada.
 Ada beberapa aspek yang menonjol, dalam proses pembelajaran, yaitu metode pengajaran, media pembelajaran, dan penilaian. Oleh karena itu, para pengajar [guru dan dosen] dapat menerapkan aspek-aspek pembelajaran tersebut.
Pengajar mulai berusaha membiasakan diri untuk menggunakan peralatan-peralatan, seperti OHP, LCD, CD, VCD, Vidio, komputer, dan internet dalam pembelajaran di kelas, dengan berbagai program pembelajaran yang dapat dikembangkan. Untuk sekolah-sekolah yang sudah maju, seharusnya sudah berusaha untuk melakukan berbagai upaya perbaikan pada alat-alat dan perlengkapan pendidikan yang digunakan. Demikian pula kesedian pengajar untuk menyesuaikan dan menggunakan alat-alat pendidikan konpensional yang sudah ada dengan tidak menolak menggunakan alat-alat yang sesuai dengan kemajuan teknologi modern.
Jaman sudah semakin canggih, dengan adanya teknologi kita bisa menerima dan memberikan informasi melalui jaringan sosial. Sekolah bisa memanfaatkannya melalui media ini:
1.      radio,
2.      TV,
3.      film,
4.      komputer,
5.      VCD, DVD, LCD, internet, sebagai sarana pembelajaran.
Di Indonesia telah dicobakan penggunaan radio dan televisi pendidikan [TVP]. Sekarang ini mulai dikembangkan pembelajaran berbasis e-learning internet. Maka bagi sekolah-sekolah jarak jauh atau pembelajaran jarak jauh, tentu saja memerlukan perlengkapan pendidikan yang baik dan disesuaikan dengan perkembangan alat-alat yang digunakan dalam proses pembelajaran dan pendidikan.