A. Definisi
informasi
Informasi merupakan suatu hal yang perlu bagi kehidupan seseorang. Dengan informasi seseorang yang awalnya tidak
tahu menjadi tahu, awalnya tidak mengerti menjadi mengerti. Sangatlah penting
informasi itu untuk menambah pengetahuan atau wawasan seseorang.
dapat disimpulkan bahwa informasi adalah Suatu data atau objek yang diproses terlebih dahulu
sedemikian rupa sehingga dapat tersusun dan terklasifikasi dengan baik,
sehingga memiliki arti bagi penerimanya yang selanjutnya menjadi pengetahuan
bagi penerima tentang suatu hal tertentu yang membantu pengambilan keputusan
secara tepat.
B. Siklus
Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum bercerita
banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut menjadi suatu model untuk dihasilkan
informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu
model proses tertentu.
1. Data yang diolah melalui suatu
model menjadi informasi,
2. Penerima kemudian menerima
informasi tersebut,
3. melakukan keputusan berdasarkan
informasi tersebut dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu
tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali.
4. Data tersebut akan ditangkap
kembali sebagai input, diproses kembali melalui
suatu model dan seterusnya yang merupakan suatu siklus.
C. Mutu
Informasi
Dalam suatu penyelidikan yang dilakukan mengenai sikap manajemen terhadap
sistem informasi, 75 orang manajer menilai peningkatan mutu dan jumlah
informasi hampir sama dipenggunaanya dari sudut pengaruhnya terhadap prestasi
kerja. Akan tetapi, apabila diberi kesempatan untuk memilih, 90% manajer lebih
menyukai peningkatan dalam mutu informasi daripada peningkatan dalam jumlahnya. Informasi
berbeda dalam mutunya disebabkan oleh penyimpangan atau kesalahan. Mengenai
penyimpangan dapat diberikan contoh seorang wakil penjualan yang cenderung
menaksir hasil penjualan yang tidak realistis. Apabila penyimpangan diketahui
oleh penerima informasi, ia dapat menyesuaikannya. Masalahnya adalah menentukan
penyimpangan tersebut.
Kualitas
Informasi
Kualitas Informasi adalah sejauh mana informasi secara konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua
orang yang membutuhkan informasi tersebut untuk melakukan proses mereka. Konsep ini dikaitkan
dengan konsep produk informasi yang menggunakan datasebagai masukan dan informasi didefinisikan sebagai data yang
telah diolah sehingga memberikan makna bagi penerima informasi. Kualitas informasi sangat di pengaruhi dan di tentukan beberapa
hal, yaitu
a. Bersifat relevan, berarti informasi dapat memberikan manfaat bagi
penerimanya.
b.
Akurat, setiap informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang
menyesatkan, serta jelas mencerminkan maksudnya.
Nilai
Informasi
1. Kemudahan dalam memperoleh Informasi memperoleh nilai yang lebih
sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan
sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
2. Sifat luas dan kelengkapannya Informasi mempunyai nilai yang lebih
sempurna apabila mempunyai lingkup/ cakupan yang luas dan lengkap. Informasi
sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan
secara baik.
3. Ketelitian (accuracy) Informasi mempunyai nilai
yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/ akurat. Informasi
menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan mengakibatkan kesalahan
pengambilan keputusan.
4. Kecocokan dengan pengguna (relevance) Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan
kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan
keputusan.
5. Ketepatan waktu Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna
apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga
dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/ usang, karena tidak
dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
6.
Kejelasan (clarity) Informasi yang jelas akan
meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh
bentuk dan format informasi.
7.
Fleksibilitas/ keluwesannya Nilai informasi semakin sempurna
apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh
para manajer/ pimpinan pada saat pengambilan keputusan.
8.
Dapat dibuktikan Nilai informasi semakin sempurna apabila
informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi
bergantung pada validitas data sumber yang diolah.
9. Tidak ada prasangka Nilai informasi semakin sempurna apabila
informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan
informasi. Dapat diukur Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya
dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.







0 komentar:
Posting Komentar